1. Kebenaran Koherensi
2. Kebenaran Korespondensi
3. Kebenaran Konsensus
Penjelasan dan contoh masing-masing ketiga kebenaran itu:
1. Kebenaran koherensi:
Kebenaran koherensi adalah teori kebenaran yang menyatakan bahwa suatu pernyataan dianggap benar jika konsisten (koheren) dengan sistem pernyataan lain yang sudah dianggap benar, bukan karena sesuai dengan fakta di dunia nyata. Teori ini berfokus pada hubungan logis dan konsistensi internal antar proposisi. Sangat umum dalam matematika, logika, dan ilmu pasti, di mana validitas diturunkan secara deduktif dari premis-premis yang sudah diterima. Contohnya, dalam silogisme, kesimpulan "A = B" dianggap benar karena konsisten dengan premis "A = C" dan "B = C". Atau contoh lain: "Semua manusia fana. Socrates adalah manusia. Maka, Socrates fana."
2. Kebenaran korespondensi
Teori Kebenaran Korespondensi menyatakan pernyataan itu benar jika sesuai dengan kenyataan atau fakta di dunia nyata. Contoh: Pernyataannya: "Matahari terbit dari timur. Faktanya: Benar, karena secara faktual memang ia terbit dari timur. Jika antara pernyataan dan fakta adalah cocok, maka ia benar secara korespondensi.
3. Kebenaran Konsensus
Kebenaran konsensus adalah konsep epistemologis di mana suatu pernyataan dianggap benar jika ada kesepakatan umum mengenainya, biasanya di antara kelompok ahli atau masyarakat luas. Namun, penting untuk dicatat bahwa konsensus tidak selalu menjamin kebenaran absolut, karena konsensus dapat berubah seiring berjalannya waktu dan penemuan bukti baru. Contohnya: sistem hukum, sistem politik, dsb.
Catatan: ketiganya bukanlah Kebenaran absolut.
(lebih jelas, lihat F. Budi Hardiman, Kebenaran dan Para Kritikusnya: Mengulik Ide Besar yang Memandu Zaman Kita, Yogyakarta: Kanisius, 2023).

0 komentar:
Posting Komentar