alt/text gambar

Senin, 09 Maret 2026

Topik Pilihan:

Tingkatan dalam Menyikapi Al-Qur'an


Dalam menyikapi kitab suci Al-Quran, ditemukan tingkatan yang berlapis-lapis. Yang pertama,  tingkat jasmaniah, yang diindikasikan dengan gambaran seseorang yang mau mengambil, membuka, dan membaca Al-Quran. 

Kemudian meningkat pada tingkat kedua, yakni tingkat psikologis yang ditandai oleh adanya predisposisi kemauan untuk memahami, yang kemudian disusul dengan tingkat ruhaniah. 

Dan tingkat yang paling tinggi adalah rasional, yakni mau merenungkan dan memikirkan pesan-pesan kandungan Al-Quran itu sendiri. 

Untuk dapat mencapai tahap-tahap tersebut, barangkali dapat dibuatkan analogi atau kiasan pada orang-orang yang gemar mendengarkan lagu-lagu Barat, yang tentunya berbahasa Inggris. Meski mereka kebanyakan tidak mengetahui atau memahami arti lagu tersebut karena alasan bahasa, tampak bahwa mereka juga dapat menikmati lagu tersebut, paling tidak lewat ritmenya. 

Hal yang serupa juga disamakan dengan kasus membaca Al-Quran. Yang utama adalah kesiapan ruhaniah untuk mendengarkan ayat-ayat Al-Quran tadi. Artinya, tanpa harus terhalang oleh alasan tak mampu berbahasa Arab. Dengan mendengarkan ritme Al-Quran, seseorang sudah dapat merasakan ketenangan, keheningan, serta ketenteraman batin dan jiwa. 

Yang demikian itu terjadi karena kita meyakini bahwa Al-Quran merupakan kalam atau firman Allah Swt. sehingga bila mendengarkan Al-Quran, kita juga sedang mendengarkan perkataan atau kalam Allah Swt. dan itu memberikan efek tersendiri dalam jiwa kita. 

(Nurcholish Madjid, 30 Sajian Ruhani: Renungan di Bulan Ramadlan, Bandung: Mizan, 1999, h. 192-193).

0 komentar:

Posting Komentar