"Politik butuh rakyat bodoh. Agama butuh jama'ah patuh. Kebenaran tak dibutuhkan oleh keduanya, karena kebenaran suka memberontak." — Tan Malaka
Tan Malaka berpendapat bahwa kedua institusi tersebut—politik dan agama—cenderung membutuhkan kepatuhan dan ketidakberdayaan dari pihak yang mereka kuasai atau pimpin, bukan kejujuran intelektual atau pemikiran kritis.
Kebenaran digambarkan sebagai sesuatu yang "suka memberontak" karena ia menentang status quo, mempertanyakan otoritas, dan mendorong perubahan. Politik dan agama, dalam pandangan ini, lebih nyaman dengan keadaan di mana pengikut atau rakyat mereka tidak banyak bertanya atau menentang. Hal ini memungkinkan mereka untuk mempertahankan kekuasaan dan kontrol tanpa gangguan.


0 komentar:
Posting Komentar