alt/text gambar

Sabtu, 28 Februari 2026

Topik Pilihan: ,

Patriotisme adalah Takhayul yang Diciptakan dan Dipelihara melalui Jaringan Kebohongan dan Kepalsuan

Emma Goldman, aktivis politik anarkis dan penulis. Ia memainkan peranan penting dalam perkembangan filsafat politik anarkis di Amerika Utara dan Eropa pada belah awal abad ke-20

Patriotisme—apa yang orang sebut cinta tanah air—bukanlah cinta sama sekali. Ia adalah ilusi yang halus, dibalut dalam bendera, lagu kebangsaan, dan janji-janji muluk. Ia menipu manusia untuk mengorbankan hidupnya demi sesuatu yang sering kali bukan miliknya, demi kekuasaan yang menindas, demi negara yang membungkam. Setiap kali seseorang memuji “tanah airku,” tanyakanlah: apakah ia memuji rakyatnya, atau penguasa yang menindas rakyat itu?

Negara, dalam segala bentuknya, berdiri bukan untuk individu, tetapi untuk mempertahankan hierarki dan kepemilikan segelintir orang. Dan patriotisme adalah alatnya: menanamkan rasa takut, rasa bangga semu, dan kepatuhan buta. Anak-anak diajari mencintai simbol, bukan manusia; warga diajari taat pada hukum, bukan pada keadilan. Sehingga kita lupa, kebebasan sejati tidak ditemukan di bendera atau janji nasional, tetapi dalam keberanian untuk berpikir sendiri dan melawan ketidakadilan.

Kebohongan di balik patriotisme memecah kita. Ia memisahkan kita dari mereka yang menderita di dunia lain, dari mereka yang sama-sama manusia, dari mereka yang sama-sama korban penindasan. Jika kita ingin dunia yang adil, kita harus menolak semua patriotisme semu itu—membongkar jaringan kepalsuan, menentang ilusi, dan menemukan cinta yang benar: cinta pada manusia, bukan pada simbol atau negara.

Sumber: Fb

0 komentar:

Posting Komentar