alt/text gambar

Jumat, 03 Juli 2026

Topik Pilihan: ,

Bagaimana Uang Bekerja?


Cangkang bilalu dan dolar memiliki nilai hanya dalam imajinasi kita bersama. Nilainya tidak ada dalam struktur kimiawi atau warna atau bentuk cangkang dan kertas. Dengan kata lain, uang bukanlah kenyataan material—uang adalah produk psikologis. Uang bekerja dengan mengubah zat menjadi pikiran.

Namun mengapa uang berhasil? Mengapa orang bersedia menukar sawah yang subur dengan segenggam cangkang bilalu tak berguna? Mengapa Anda bersedia membolak-balik daging hamburger, menjual asuransi kesehatan, atau mengawasi tiga anak manja menyebalkan padahal yang Anda dapatkan untuk jerihpayah Anda hanyalah beberapa lembar kertas berwarna? 

Orang-orang bersedia melakukan hal-hal semacam itu sewaktu mereka mempercayai potongan-potongan imajinasi kolektif mereka. Kepercayaan adalah bahan mentah yang digunakan untuk mencetak semua jenis uang. Ketika seorang petani kaya menjual harta bendanya seharga sekarung cangkang bilalu yang dia bawa ketika berpindah ke provinsi lain, dia percaya bahwa sewaktu mencapai tempat yang dia tuju, orang-orang lain akan bersedia menjual beras, rumah, dan sawah kepadanya, ditukar dengan cangkang-cangkang itu. 

Dengan demikian uang adalah sistem kesaling-percayaan, dan bukan sembarang sistem kesaling-percayaan: uang adalah sistem kesaling-percayaan paling universal dan paling efisien yang pernah diciptakan. 

Yang menciptakan kepercayaan itu adalah jejaring hubungan politik, sosial, dan ekonomi jangka panjang yang sangat kompleks. Mengapa saya mempercayai cangkang bilalu atau koin emas atau lembaran dolar? Karena tetangga-tetangga saya mempercayainya. Dan tetangga-tetangga saya mempercayainya karena saya mempercayainya. Dan kami semua mempercayainya karena raja kami mempercayainya dan menghendakinya dalam bentuk pajak, dan karena rohaniwan kami mempercayainya dan menghendakinya dalam persepuluhan. 

Ambil selembar uang dolar dan amati secara saksama. Anda akan lihat bahwa uang itu tak lebih daripada selembar kertas berwarna-warni dengan tanda tangan menteri keuangan AS di satu sisi, dan slogan “In God We Trust” di sisi lain. Kita menerima dolar untuk pembayaran, karena kita mempercayai Tuhan dan menteri keuangan AS. 

Peran penting kepercayaan menjelaskan mengapa sistem keuangan kita terjalin sedemikian erat dengan sistem politik, sosial, dan ideologi kita, mengapa krisis keuangan kerap dipicu oleh perkembangan politik, dan mengapa naik-turunnya pasar saham bergantung kepada perasaan para pedagang saham pada suatu pagi.

(Yuval Noah Harari, Sapiens: Riwayat Singkat Umat Manusia, Jakarta; KPG, 2025, h. 213-214) 

***

Pada 2006, total jumlah uang di dunia adalah sekitar $473 triliun, namun jumlah total uang logam dan uang kertas kurang daripada $47 triliun. Lebih daripada 90 persen uang—lebih daripada $400 triliun yang muncul di rekening kita—hanya ada di server-server komputer. Dengan demikian, sebagian besar transaksi bisnis dijalankan dengan memindahkan data elektronik dari satu berkas komputer ke berkas lain, tanpa bertukar uang tunai fisik. Hanya kriminal yang membeli rumah, misalnya, dengan menyerahkan sekoper penuh uang kertas. Selama orang bersedia bertukar barang dan jasa dengan data elektronik, uang jenis ini bahkan lebih baik daripada uang logam yang mengkilap dan uang kertas yang mulus—lebih ringan, tidak menyita tempat, dan lebih mudah diawasi.

(Yuval Noah Harari, Sapiens, h. 211)


0 komentar:

Posting Komentar