Konsep Derrida berkisar pada gagasan bahwa bahasa pada dasarnya tidak teratur dan maknanya selalu berubah-ubah, sehingga mustahil bagi kita untuk memastikannya secara pasti. Dengan kata lain, makna bersifat tidak stabil, tidak menentu, bersifat sementara, dan terus-menerus tertunda. Dekonstruksi merupakan pendekatan intelektual yang muncul dari pemikiran postmodernis. Dekonstruksi menggunakan teori sosial untuk memahami sejarah. Bagi para pemikir dekonstruksionis, status penulisan sejarah disamakan dengan status karya sastra.
Menilik gagasan Derrida mengenai bahasa, beliau memperkenalkan terminologi "différance" yang merupakan atribut bahasa yang terdiri dari "difference" atau perbedaan dan "defferal" yang berarti penundaan.
Kedua hal tersebut ini mengacu pada karakteristik bahasa di mana makna dihasilkan melalui pembedaan suatu kata dari kata lain dalam suatu sistem tanda. Pada saat yang sama, makna terus-menerus dan tanpa batas waktu ditunda, terus-menerus mengalami penghapusan, dan hanya dapat dirasakan sebagian melalui kebuntuan atau kebuntuan dalam pemahaman.
Derrida menekankan bahwa makna sebuah kata tidak terletak pada kata itu sendiri, tetapi pada bagaimana kata tersebut berbeda dari kata lain dalam bahasa. Menurut Derrida, différance merupakan konsep anarkis yang memungkinkan bahasa sebagai permainan penanda dan merupakan alternatif dan pelarian dari logika penanda transendental.
Penekanan Derrida terdapat pada makna kata tidak terdapat pada kata itu sendiri tetapi pada hubungannya dengan kata lain. Sedangkan dalam deferral, tersirat bahwa makna selalu tertunda atau dipindahkan ke tanda selanjutnya dalam proses pemahaman makna sehingga makna tersebut bergerak kepada konsep selanjutnya pada jaringan tanpa batas. Sehingga terminologi différance menunjukkan bahwa makna yang terdapat pada sebuah bahasa dan teks selalu mengalami perubahan, penundaan dan pergerakan dalam proses pemahaman sehingga memunculkan konsep pemahaman yang tanpa akhir.
Sumber:
Natasha Constantin dan Fitzerald Kennedy Sitorus, "Dekonstruksi, Makna dan Bahasa dalam Perspektif Jacques Derrida", dalam Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial, Vol. 3, No. 3, Edisi September-Desember 2023.

0 komentar:
Posting Komentar